Combine Resource Institution (CRI) sebuah yayasan yang berbasis di Yogyakarta menghibahkan dua unit paket konektivitas darurat berupa perangkat internet satelit Starlink dan panel surya kepada dua komunitas perempuan di Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kegiatan komunitas sekaligus memperkuat akses komunikasi warga penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh.
Dua komunitas penerima hibah tersebut adalah Perempuan Peduli Leuser (PPL) di Banda Aceh dan Kelompok Cendana di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan perangkat untuk Kelompok Cendana difasilitasi oleh tim PPL.
Koordinator PPL, Ayu ’Ulya, mengatakan bahwa komunikasi antara pihaknya dengan pihak Combine telah terjalin sejak awal bencana terkait dengan beberapa agenda kerja sama. Salah satunya yang berkaitan dengan rencana hibah perangkat tersebut.
“Sejak awal bencana, PPL dan Combine terus berkomunikasi mengenai kemungkinan hibah perangkat konektivitas ini. Kami melakukan asesmen dan mengajukan beberapa lokasi, tetapi untuk tahap awal ini ada dua perangkat yang dihibahkan,” kata Ayu ‘Ulya yang didampingi dua personel PPL, Ihan Nurdin dan Dian Guci, saat penyerahan perangkat kepada Kelompok Cendana, Kamis, 5 Maret 2026.

Serah terima dengan PPL, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia berharap perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif serta membantu meningkatkan produktivitas kelompok perempuan di desa tersebut. Pemilihan Kelompok Cendana juga bukan tanpa alasan, melainkan karena pertimbangan kelompok tersebut melakukan kerja-kerja pemberdayaan dan pengorganisasian perempuan. Khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi perempuan dan penjagaan lingkungan yang sejalan dengan visi misi PPL.
“Semoga perangkat ini bisa dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk untuk memperkuat kegiatan kelompok dan meningkatkan produktivitas anggota. Semoga organisasinya semakin solid dan usaha kelompok semakin berkembang setelah ada internet di sini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ayu juga mengingatkan pentingnya setiap individu untuk bisa melek digital mengingat tantangan di media siber juga sangat kompleks. Misalnya, penyebaran hoaks dan penipuan (phising) yang sangat merugikan hingga game dan judi online yang sangat meresahkan.
Internet Masih Sulit Diakses

Proses pemasangan perangkat
Sementara itu, Ketua Kelompok Cendana, Beti Lestari, mengatakan keterbatasan akses internet selama ini menjadi kendala besar bagi warga Desa Sumber Makmur. Jaringan internet belum menjangkau wilayah desa secara merata karena lokasinya yang sangat terpelosok.
Untuk mendapatkan koneksi yang stabil, warga biasanya harus pergi ke Desa Tenggulun yang dapat ditempuh sekitar 15–20 menit menggunakan sepeda motor. Dalam keadaan darurat, di mana mereka memerlukan akses internet di malam hari tentunya sangat berisiko.
“Ketiadaan internet sangat menyulitkan kami dalam mengakses informasi, terutama saat terjadi bencana seperti akhir tahun lalu, kami jadi ketinggalan informasi, pekerjaan jadi tersendat. Alhamdulillah, sekarang sudah ada bantuan perangkat Starlink. Terima kasih untuk PPL yang sudah menjembatani bantuan hibah dari Yayasan Combine,” kata Beti.
Ia menceritakan pengalamannya saat banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Saat itu ia sedang mengikuti kegiatan di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Selama beberapa hari ia terjebak dalam kondisi tanpa akses internet. Ketika akhirnya ia mendapatkan jaringan, ia tetap tidak bisa menghubungi keluarganya di Tenggulun karena desa tersebut tidak memiliki koneksi internet yang memadai.
“Ketika saya sudah bisa mengakses internet, justru keluarga di rumah tidak bisa dihubungi karena di desa kami tidak ada jaringan,” ujarnya.
Dalam aktivitas sehari-hari, keterbatasan internet juga menyulitkan kegiatan kelompok. Untuk menginput data kegiatan atau laporan, anggota kelompok harus pergi ke desa tetangga agar bisa mendapatkan akses jaringan. Selain menghabiskan banyak waktu juga menghabiskan banyak biaya.
Kebutuhan akan konektivitas yang andal menjadi semakin penting setelah serangkaian bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumatra pada akhir 2025.

Kampanye internet positif
Pada November 2025, fenomena Siklon Tropis Senyar memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sistem cuaca langka yang terbentuk di Selat Malaka tersebut meningkatkan intensitas curah hujan dan memicu banjir serta tanah longsor di berbagai daerah.
Di tengah kondisi bencana, keterbatasan jaringan komunikasi kerap membuat warga kesulitan memperoleh informasi, menghubungi keluarga, maupun berkoordinasi dengan pihak luar.
Karena itu, perangkat internet satelit seperti Starlink dinilai penting untuk memastikan komunikasi tetap berjalan, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi konvensional.
Perempuan Peduli Leuser (PPL) merupakan komunitas perempuan yang bergerak dalam advokasi lingkungan, kampanye perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser, serta penguatan peran perempuan dalam isu sosial dan ekologis di Aceh melalui pendekatan jurnalistik.
“Terima kasih kepada Combine yang sudah memercayakan kami sebagai mitra lokal untuk melakukan asesmen dan pendistribusian perangkat. Dengan adanya dukungan perangkat konektivitas ini, semoga komunitas perempuan di Aceh dapat lebih mudah mengakses informasi, memperkuat jaringan kerja, serta meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana di masa depan,” kata Ayu.[]
